Kamis, 19 Februari 2009

trilogi pengembaraanku

diantara langkah jam
serangga malam
dan angin yang berusaha menembus gorden
aku hanyut dalam kerinduan

laju otakku kencang membedah asa dan mimpi
hingga sampai pada sebuah sungai
alurnya telah lama kukenali

kesangsian suka tidak suka memaksaku
diam
untuk pasrah pada sang Mutlak

______________________________________________

dalam waktu yang mungkin sama
disana engkau pun seperti aku
diam dalam rindu
menghitung banyak ketidakpastian
bertabrakan dengan perasaan
bergumam seolah mengeluh
merintih pada yang maha Hak
kemudian dalam rasa letih
dan sedikit sisa tenaga
menatap lembar-lembar gambar
bisu
sepi
(mungkin mimpi menjawab keresahan..?)

__________________________________________

(suatu ketika dalam hidupku)
dengan bekal seadanya
kutawarkan rencana sederhana
pada seorang
yang kuharap adalah belahan jiwa
yang dalam dirinya kudapati segala kerinduanku
yang dalam dirinya kuharap mimpi jadi realita

ku sadari hukum dunia
didalamnya kefanaan berkuasa
dan hati selalu berubah keinginannya
tapi bukankah ada niat mulia
mengembalikan yang rusak menjadi indah

aku tidak tahu
di detik kapan semua berpihak padaku

3 komentar:

uciex's forever mengatakan...

hemmmm...
kadang2 apa yg kita pinginkan justru tidak terjadi
tapi yakinlah satu hal
apa yag ditakdirkan Alloh, pasti itu yang terbaik
kangen nich
kok lama gak OL seh

chikal mengatakan...

smua tergantung usaha kita non..

Busana Muslim muslimmode mengatakan...

itulah satu2 nya yg dapat kita lakukan saat orang2 yg kita kasihi jauh/ berpulang ...berdoa...salam kenal mba Yun