Senin, 16 Februari 2009

nasehat yang baik

Ketika melihatnya di YM dan tidak menyapaku, aku sadar telah terjadi kesalahan dalam hubungan persahabatan kami. mengingat segala kebaikannya kepadaku sebelum adanya perselisihan itu membuatku merasa bersalah dan menjadi susah sendiri karena begitu banyak ilmu yang masih ingin kutimba dari dia. Sejenak aku perpikir dan mencoba introspeksi atas semua ini.
Berawal dari keinginannya memberiku sebuah nasehat yang kemudian ditengah perbincangan kami, aku merasa seolah-olah dia tahu segala hal dan sifatku hingga kemudian aku membuat kesalahan dengan memotong pembicaraannya dan dengan nada kurang suka atas apa yang dia ingin katakan aku memintanya untuk tidak meneruskan nasehat itu dan akibat dari perselisihan itu dia tidak lagi hangat seperti dulu.
Sampai kini aku tidak tahu apakah dia masih marah dan kesal padaku atau sudah melupakan kejadian itu, kuharap dia mau memaafkan aku dan mau menerimaku sebagai sahabatnya kembali.
Berawal dari kejadian itu akupun mencoba mempelajari lebih dalam tentang makna dan hakikat dari nasehat agar di kemudian hari aku bisa lebih dewasa dan bisa menerima segala bentuk nasehat dan teguran yang diberikan oleh orang-orang ingin melihatku menjadi lebih baik.

Kalimat nasehat berasal dari kata "nasaha" yang arti awalnya adalah menambal atau menjahit dari pakaian yg sobek. Seseorang yang mau menerima nasehat berarti dirinya mau untuk diperbaiki dan ditambal kekurangannya. Semakin banyak nasehat yang masuk semakin bagus seharusnya watak seseorang karena dia setiap saat telah menerima tambalan dalam "pakaiannya".
berkaitan dengan nasehat, Nabi saw pun bersabda:

Dari Abi Amer atau Abi Amrah Abdullah, ia berkata, Nabi saw. bersabda, “Agama itu adalah nasehat.” Kami bertanya, “Untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, untuk Kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin umat Islam dan orang-orang biasa.” (HR. Muslim)

“Hak seorang muslim pada muslim lainnya ada enam: jika berjumpa hendaklah memberi salam; jika mengundang dalam sebuah acara, maka datangilah undangannya; bila dimintai nasehat, maka nasehatilah ia; jika memuji Allah dalam bersin, maka doakanlah; jika sakit, jenguklah ia; dan jika meninggal dunia, maka iringilah ke kuburnya.” (HR. Muslim)

Rasulullah saw. yang mulia mengatakan, “Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan).” (HR. Adailami)

Agar sebuah nasehat bisa diterima dan bermanfaat hendaknya sang pemberi nasehat mengerti apa yang akan disampaikannya dan yang paling penting adalah niat dan tata cara dalam memberikan nasehat, diantaranya adalah:
~Mencari keridhaan Allah
karena nasehat merupakan perbuatan mulia tentu saja harus didasari dengan keikhlasan semata-mata karena mencari keridhaan Allah SWT.
~Menyampaikan dengan cara yang sopan dan baik
sering terjadi nasehat yang diberikan tidak dengan cara yang baik dan terkesan menggurui malah berakibat salah paham dan saling merendahkan.
~Mencari waktu yang tepat dalam memberikan nasehat
perbedaan sifat, karakter dan masalah mengharuskan seseorang yang ingin memberikan nasehat benar-benar pintar mencari waktu yang tepat. Alangkah lebih baik jika memberi nasehat pada orang yang minta untuk dinasehati dan sebaik-baiknya nasehat bukanlah dengan lisan tapi dengan perbuatan.

Qulil Haqqo Walau Kaana Murron…
"katakan yang benar walaupun pahit", seringkali hanya karena merasa memberikan nasehat yang benar kita tidak mengindahkan cara yang baik. jika apa yang akan kita katakan itu akan terdengar pedas atau terasa pahit maka janganlah mengutarakannya dengan cara yang pahit juga

“Sesungguhnya tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu, kecuali pasti menghiasinya.

Dan tidaklah kelembutan itu hilang dari sesuatu, kecuali akan menjelekkannya.”
(HR. Muslim )

semoga tulisan ini bisa memperbaiki sifatku dan juga persahabatanku dengannya

Tidak ada komentar: