Rabu, 11 Februari 2009

kenangan ttg dia

Hari cerah dengan sinar matahari yang masih terbit sepenggal siang, Aku sedikit mempercepat langkah karna kulihat dari beberapa meter disana KCR datang,aku memburu daripada harus menunggu beberapa menit lagi. Setelah membeli tiket di mesin otomatis yang tersedia,tepat KCR berhenti dan membuka pintu, aku segera masuk.
Aku bersandar tepat di besi pegangan dekat pintu,karna banyak penumpang pagi itu,di station berikutnya KCR berhenti menurunkan/menaikkan penumpang."ach" lega penumpang berkurang banyak.dan aku bisa duduk di bangku dengan nyaman. Baru saja kududukkan pantatku,ada seorang bapak tua tak kebagian tempat duduk.
"Lei jo' a!" aku mempersilahkan duduk.
"Emkosai lei a" jawabnya.
Akupun berdiri lagi,tepat disisiku kulirik ada seorang yang dari tadi memperhatikanku,yakin dia pasti orang indonesia,aku tak sungkan menatapnya. Dia tersenyum.."Indo ya?" tanyanya singkat.
Aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepala."Mo kemana?" tanyaku bingung mo manggil Mbak ato apa,aku tahu persis dia wanita,tapi tomboy abis,bahkan tak kalah macho dengan playboy di kampungku!he..he..
"Ga tau!"seraya mengangkat pundaknya. "kamu?" tanyanya dingin.
"kemana aja" jawabku tak kalah beku.
Kamipun sama2 turun di station yang sama!berjalan ke arah yang sama. Setelah beberapa meter kemudian, aku di kejutkan seseorang yang mendampratnya tiba2.
"Bajingan kamu! ini to lontemu itu?" teriak perempuan di depan kami. Aku langsung mengira itu pasti "bojo"nya.{istilah para lesbian}
"Iya! kamu mau apa? jangan ganggu aku lagi! karna aku juga tak mengganggumu!" Cewek tomboy itu langsung menggaet tanganku dan membawaku berlalu. Aku tak sempat bicara apapun, aku hanya bisa memandang cewek yang di sana menangis sesenggukan!
"Jangan urus dia!" Cewek tomboy yang baru kukenal beberapa menit lalu itu, seolah jadi"cowok"bagiku. Aku hanya salangtingkah,aku tak berani menyinggungnya.
Setelah beberapa saat, dia melepas genggamanya, aku tersenyum padanya sambil memegangi lenganku yang agak panas karena geganggamanya yang keras.
"Maaf ya.." Dia menghela nafas berat, kulihat kelelahan di relung matanya, dia hanya diam dan menyandarkan di tubuhnya di tembok toilet yang kebetulan kami lewati. Aku tak tahu persisi masalahnya, tapi aku sedikit bisa menebaknya.
"Gak ada acara, mau libur denganku?" ajakku memecah suasana. Entah kenapa aku tak ingin meninggalkanya, walau tadi sempat membuatku agak sebel juga!
"Ok! kemana?" tanyanya menatapku tajam.
"mmm...ada dech!" sengaja kubuat penasaran. Akhirnya dia mengangguk dan mengikutiku.
Aku mengajaknya bermain sepatu roda di tempat khusus permainan itu,aku sewa dua sepatu tanpoa tanya dia setuju apa nggak! aku menyerahkan sepasang sepatu itu padanya.
"Hah? aku ga bisa Nda!" Dia agak kegi, dan memanggilku "Nda" {Dinda} aku hanya tersenyum aja.
"Pake aja, aku ajari, kita belajar bersama! belajar berdiri bila kita jatuh! belajar keseimbangan!" celotehku. diapun manut.
Sesampai di arena..dia yang sama sekali tak pernah bermain sepatu roda, sudah pasti jatuh bangun, dan mukanya sempat memerah, dan sesekali mengucap"umpatan}.lalu berniat melepaskan sepatu itu.
"Kau ingin kalah? Kau tak ingin mencobanya?" kataku sedikit meledeknya.
"Sapa takut! asal kamu mau bantu aku bangun jika jatuh!" jawabnya enteng. Hmm..kena! batinku.
Setengah hari kami larut dalam jeritan,tawa,dan selingan umpatan2nya! Setelah kelelahan, dan perut terasa sudah sangat lapar, kami menyudahi permainan itu, kulihat Dia masih semangat dengan permainan barunya! tapi dia mengikutiku aja. Tanpa banyak bicara, aku langsung mengajaknya ke MC DONALD, Dia ngikut saja.
Sampe pada acara makan itulah, aku leluasa menatapnya, dan dia sedikit agak kebingungan. Entah apa yang ada di otaknya, yang pasti aku ingin sekali mengenalnya.
" Makasih ya!" tiba2 dia bersuara.
"Tentang apa?" selidikku.
"mmhh..kalau tidak kau ajak ke sini tadi, aku pasti sudah teler di diskotik"
"Mang kenapa? bukankah itu biasa bagimu? knapa kau ucap trimakasih? apakah permainan tadi menyenangkanmu?"
Dia hanya menghela nafas, diam,dan menerawang kekejauhan di luar sana dari balik kaca bening.
"Apa yang kau inginkan dari hidupmu? sepertinya kau menginginkan sesuatu?" tanyaku sok tahu.
"mmhh.. iya! aku ingin kembali ke keadaanku dulu!"
"Maksudnya?" aku pura2 tak tahu.
" Sudahlah! lupakan! makasih hari ini, nice to meet you" Dia berdiri dan mengulurkan tanganya. Aku sedikit kaget,jangan2 dia tersinggung denganku? Aku ulurkan saja tanganku menjabat tangannya.
Dia berlalu meninggalkanku di meja makan itu dengan sejuta tanda tanya,dan kekagumanku atas sikapnya, humbergernya tak dia sentuh sedikitpun,Aku mendongokkan pandanganku kebawah dari balik kaca di dekatku, aku lihat dia berjalan menyeberang,aku hanya tersenyum lagi mengingatnya. Tak sempat tahu namanya,tak sempat tahu no hpnya.

Setelah lama tak tahu kabarnya, aku sempat sering berpikir. "kemana dia ya?". tapi minggu kemaren aku bertemu dia, Dia memelukku,bahkan kulihat di sudut matanya mulai berair. Aku sempat tak percaya, dan mencoba mengingat2 siapa dia, Dia telah berubah! 180 drajat, kepalanya terbalut jilbaba warna hitam, wajahnya yang dulu tirus, sekarang sedikit berisi,dulu yang tatapan matanya dingin, kini penuh pesona,dan senyumnya sangat indah, setelah aku yakin "cowok jejadian" dulu itu, akupun memeluknya erat sekali! ku ucapkan SELAMAT padanya.
"Makasih ya" kembali ucapan itu keluar dari bibirnya.

Tidak ada komentar: