Jika ada yang bertanya "apa kebahagiaan yang setiap hari kutemui?" maka ku jawab " hal yang membuatku bahagia setiap hari adalah menghabiskan waktu dengan tiga keponakanku. Mereka ratu-ratu kecil di rumahku. Yang kepolosannya selalu membuatku tertawa dan sejenak menghapus kegalauan yang sering melanda hatiku saat ini.
Seperti kemarin, saat aku baru pulang dari tempatku bekerja walaupun kondisiku cape dan hati sedang tidak dalam kondisi nyaman tapi melihat para ratu-ratu kecil itu berlari menyambut dan mencium tanganku membuat segala beban tadi hilang sejenak. Hal yang selalu mereka lakukan bila akan berangkat sekolah ataupun saat pulang dari belajar mengaji, dan kebetulan jam pulang kerjaku bertepatan dengan pulangnya mereka dari belajar mengaji dirumah tetangga. Setelah mengusap kedua kepala mereka ( kebiasaan yang kulakukan setelah mereka mencium tanganku), kini giliran menggendong keponakan yang paling kecil, masih bayi dan lagi lucu-lucunya. Berempat, kami pun bermain dan bercanda sampai lupa kalau perut belum di isi dari siang. Oh ya , sekedar bocoran..diantara kami berempat aku yang paling ganteng lho...(huekekeh..pasti dunk, lha wonk keponakanku ini cewek semua)
Selesai bermain kini saatnya bagi-bagi rezeqi. Upah kerjaku sebenarnya kecil tapi jika kebetulan ada sisa setelah di potong pengeluaran, kubagikan pada mereka. Terkadang aku tidak langsung memberikannya, tapi meminta imbalan jasa tenaga mereka alias minta dipijitin. Tangan-tangan yang mungil dan empuk itu jelas kurang bertenaga tapi bukan itu inti dari acara "pijit plus" ini, hal yang ingin aku bagikan dengan mereka adalah kasih sayang, saling kedekatan dan kebersamaan ( duh ko' jadi sok berwibawa dan tua banget yach - eh sebenarnya aku memang sudah "uzur" cuma kebetulan belum dapat jodoh..!!). Sambil menikmati pijatan tangan-tangan mungil ini kami saling bercerita, atau kalau para ibu mereka mengeluh tentang kenakalan para ratu kecil ini maka kesempatan ini kugunakan untuk memberikan nasehat dan sedikit pemahaman pada mereka ( ck..ck..ck..sok arif dan bijaksana yach..hehehe..)
Melihat wajah-wajah polos mereka aku jadi teringat kalau dulu aku ikut sibuk menunggu tangis pertama mereka mengudara, ikut mengganti popok di tengah malam dan bahkan mengeloni mereka juga. Aku sangat menyayangi mereka dan mereka pun bangga memiliki paman sepertiku. "...awas ta' bilangin adhex!!" (ucapan ini sering kudengar manakala ada anak-anak kecil lain yang usil bila para keponakanku sedang asyik bermain di samping rumah.
Nah ceritanya sudah selesai, sebagai penutup berikut nama-nama tokoh yang berperan dalam cerita tadi: Adhex (paman yang merasa baik hati), Ripah (ponakan yang paling gede,7thn), Zulfah (ponakan yang hobi nonton sinetron dan suka tari, 6thn), Curis (ponakan yang masih bayi, 6bln), di bantu para ibu-ibu (para mbakyu, lin dan lan). dikarenakan inti cerita tadi adalah saya dan para keponakan maka para bapak-bapaknya terpaksa tidak dilibatkan, juga masih ada tiga keponakan lagi yang belum muncul di cerita, mereka adalah Yahya (2thn, tinggal di ibukota negara republik indonesia bersama orang tuanya), dan dua ponakan yang masih menyempurnakan tapanya di dalam rahim ibunya masing-masing).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
hmm... itulah kebahagiaan...!
Posting Komentar